8 Des 2008
Urgensi Dakwah Kampus
Definisi Dakwah Kampus
Dakwah Kampus adalah dakwah ammah harokatudz dzahiroh dalam lingkup perguruan tinggi. Dakwah yang sifatnya terbuka, berorientasi kepada rekrutmen dakwah di kalangan civitas akademika secara umum, dan aktivitasnya dapat dirasakan oleh civitas akademika. Civitas akademika yang dimaksud di sini adalah para mahasiswa dan dosen perguruan tinggi. Civitas akademika merupakan bagian dari masyarakat kampus yang hidup dengan peraturan, ada peraturan kampus (rektorat), peraturan ormawa, dan sebagainya. Sehingga untuk dapat mengejewantahkan dakwah ammah harokatudz dzahirah tersebut, maka prinsip 'legal', 'formal', dan 'wajar' dalam kacamata civitas akademika, menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh Dakwah Kampus. Salah satu derivasi dari hal ini, maka biasanya sebuah lembaga dakwah kampus perlu membuat AD/ART sebagai bagian dari bentuk legalisasi organisasi dakwah kampus di sebuah perguruan tinggi.
Untuk menjalankan roda Dakwah Kampus, maka dibutuhkan personil-personil, yaitu Aktivis Dakwah Kampus (ADK). ADK adalah kader dakwah dan tarbiyah yang memiliki peran dalam Dakwah Kampus. Peran yang dilakukan bisa berupa sebagai pengurus lembaga dakwah kampus, murobbi kampus, dan sebagainya. Peran ADK ini bisa dijalankan oleh kader dakwah yang bertitel mahasiswa, atau dosen, atau kader dakwah lainnya yang bersinggungan dengan Dakwah Kampus. Mereka harus dapat bergerak bersama-sama dalam koridor strategi dakwah kampus yang bersangkutan.
Sebagaimana telah diungkapkan di atas, dalam pergerakannya dakwah kampus memiliki medan tersendiri. Medan pergerakan dakwah kampus adalah area di mana dakwah kampus mengaktualisasikan diri. Medan Dakwah Kampus yaitu lingkungan internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap dakwah kampus, meliputi manusia-manusianya (para civitas akademika, pejabat dan pegawai kampus, alumni), sarana-sarananya (lembaga kemahasiswaan, institusi perguruan tinggi, institusi pemerintah terkait, institusi kerjasama antar perguruan tinggi), dan aturan main yang berlaku (peraturan perundangan terkait, kurikulum dan sistem administrasi perguruan tingggi), serta sarana dan prasarana kampus.
Dan yang terakhir dalam kajian ini adalah tujuan Dakwah Kampus, terakhir dan sangat penting. Karena tujuan dakwah kampus harus selalu menjadi satu hal yang terus diingat oleh para ADK, agar mereka tahu ke mana arah dakwah kampus berjalan.
Tujuan Dakwah Kampus
Tujuan utama dari Dakwah kampus adalah adanya suplai alumni yang berafiliasi kepada Islam, dan optimalisasi peran kampus dalam upaya mentransformasi masyarakat menuju masyarakat Islami. Derivasi dari hal ini maka peran tarbiyah kampus yang berkesinambungan - untuk menghasilkan alumni-alumni yang berafiliasi kepada Islam - menjadi sangat penting. Derivasi lainnya, lembaga dakwah kampus perlu secara bertahap menjadi lembaga dakwah kampus yang matang, agar dapat memainkan perannya di perguruan tinggi yang bersangkutan untuk dapat mengusung perubahan. Mengenai tahapan dakwah kampus ini perlu kajian tersendiri.
Sasaran Dakwah Kampus
Untuk mencapai tujuan di atas, ada beberapa sasaran antara yang harus dicapai terlebih dahulu. Sasaran tersebut antara lain:
1. Terbentuknya bi’ah (lingkungan) yang kondusif bagi kehidupan Islami di kampus, baik dalam sisi moral, intelektual, maupun tanggungjawab sosial. Kita tahu bahwa kampus adalah lingkungan yang heterogen. Ketika berinteraksi di dalamnya, maka butuh kekuatan untuk menjaga idealisme dengan tetap memperhatikan realitas. Hal ini berarti dakwah kampus memerlukan sebuah lingkungan kecil yang senantiasa dapat terus men-charge ruhiyah para ADK di tengah-tengah aktivitasnya di kampus. Sarana untuk itu adalah tarbiyah yang berkesinambungan untuk para ADK dan yang didakwahkannya.
2. Terbentuknya opini ketinggian Islam di kalangan kampus. Oleh karena itu syiar dalam mengkampanyekan kemuliaan Islam harus terus dilakukan secara rutin. Sarana-sarana syiar untuk ini cukup banyak, misalnya majalah, perpustakaan, peringatan hari besar Islam, tabligh akbar, dan sebagainya. Barangkali bisa kita diskusikan mengenai hal ini dalam kajian tersendiri.
3. Terbentuknya kesinambungan barisan pendukung dakwah. Untuk itu, tarbiyah yang berkesinambungan di setiap angkatan mahasiswa harus dipastikan berjalan. Ini membutuhkan sebuah lajnah yang dapat mengawasi itu dalam jangka panjang.
4. Terbentuknya hubungan timbal balik yang sinergis antara dakwah ammah dengan pengkaderan. Artinya, semua rekrutmen-rekrutmen dakwah diupayakan dapat dilanjutkan dengan proses dakwah secara khusus terhadap orang-orang yang direkrut tersebut.
Demikian kajian singkat mengenai definisi dasar dan tujuan dakwah kampus. Semoga dapat menjaga orisinalitas dakwah kampus di tengah-tengah proses perubahan yang semakin cepat.
15 Nov 2008
Apa sih hujan asam itu?
Hujan asam sering kali ditemukan di negara-negara industri. Contohnya di Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang. Begitu juga negara-negara di Eropa. Hal ini tidaklah mengherankan. Di sana banyak ditemukan berbagai industri yang memakai batubara. Kendaraan bermotor yang memakai bahan bakar minyak juga sangat banyak.
Namun ternyata kini hujan asam tidak hanya ditemukan di negara industri. Di negara kita juga bisa terjadi lho. Kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya adalah sebagian contohnya.
Dan yang lebih mengerikan lagi, hujan asam bisa juga terjadi di daerah pedesaan dan pegunungan. Waduh, mengapa bisa demikian? Satu penyebabnya adalah angin. Ya, seperti kalian ketahui, angin bisa membawa awan berkelana ke tempat yang jauh.
Saat angin bertiup, awan yang terbentuk di atas perkotaan atau daerah industri akan dibawa ke berbagai tempat. Bila awan yang kotor akibat polusi ini sampai ke daerah pegunungan, maka akan terjadilah hujan asam di tempat itu.
Ada surat dari sahabat kita di tahun 2070 ?
Klik disini : Surat dari sahabat
Profil Kader Dakwah 2009
disusun oleh Tim Kaderisasi DPP PKS, dipaparkan secara jelas tentang
kapasitas internal dan eksternal yang idealnya dimiliki oleh setiap kader
Partai Keadilan Sejahtera.
Kapasitas Internal meliputi Kokoh & Mandiri, Dinamis & Kreatif, Spesialis
& Berwawasan Global, sedangkan Kapasitas Ekternal meliputi Murabbi
Produktif, Beramal Jama’I, Pelopor Perubahan, Ketokohan Sosial.
Setiap kapasitas yang dipaparkan dapat diringkas sebagai berikut:
1. Kokoh dan Mandiri
Kokoh
a. Kokoh ma’nawiyah:
1. Ikhlas dalam berdakwah
2. Senantiasa memurnikan akidah dari bid’ah dan khufarat
3. Qiyamullail minimal 3 kali setiap pekan
4. Puasa sunnah minimal 3 kali setiap bulan
5. Tilawah minimal 1 juz setiap hari
6. Membaca ma’tsurat pagi dan sore setiap hari
7. Tadabbur Al Qur’an minimal satu ayat dalam sehari
8. Sabar dalam menghadapi ujian hidup dan dakwah
9. Senantiasa tawakal kepada Allah dalan setiap situasi dan kondisi
10. Senantiasa berdzikir
b. Kokoh Fikriyah:
1. Menguasai mawad tarbawiyah dengan baik
2. Mampu memahami tafsir dan ulumul Qur’an sesuai dengan madah tarbiyah
3. Mampu memahami hadist dan ulumul Hadist sesuai dengan madah tarbiyah
4. Mampu berbahasa Arab dan Inggris
5. Memiliki wawasan tentang gerakan-gerakan destruktif dan gerakan-gerakan dakwah yang lain
6. Memiliki wawasan global
c. Kokoh Da’awiah:
1. Berpartisipasi dalam rekruting hizbi dan tajnid ikhwani
2. Aktif melakukan dakwah fardiyah di lingkungan keluarga dan lingkungan sosial
3. Menjaga nilai-nilai da’awiah dalam keluarga
4. Memiliki skill rekayasa da’awi
5. Mampu membangun jaringan sosial dengan tokoh-tokoh sentral
6. Istiqomah di jalan dakwah
d. Kokoh Jasadiyah:
1. Menjaga performance/ penampilan
2. Berolahraga minimal 20 menit setiap hari
3. Melakukan general check-up minimal sekali setiap tahun
4. Menjaga kebersihan
5. Mengikuti pola hidup sehat dalam mengkonsumsi makanan dan minuman
Mandiri
Yang dimaksud dengan mandiri disini adalah kemampuan seorang kader
melakukan pengembangan diri dan pembelajaran secara mandiri (ta’allum
dzaati) dan kemandirian mandiri dalam dimensi maaliah(keuangan) .
1. Bekerja dan berpenghasilan
2. Mendirikan badan usaha meskipun kecil
3. Melakukan investasi
4. Gemar menabung
2. Dinamis dan Kreatif
Yaitu yakin dan berusaha untuk menemukan cara-cara baru yang lebih baik
untuk mengerjakan apa saja.
a. Aspek kecerdasan emosional:
1. Hasrat; untuk mengubah hal-hal di sekelilingnya menjadi lebih baik
2. Kepekaan; bersikap terbuka dan tanggap terhadap sesuatu
3. Minat; untuk menggali lebih dalam dari yang tampak di permukaan
4. Rasa ingin tahu; semangat yang tak pernah berhenti untuk mempertanyakan
5. Mendalam dalam berpikir; sikap yang mengarahkan untuk pemahaman lebih mendalam
6. Konsentrasi; mampu menekuni suatu permasalahan hingga menguasai seluruh bagiannya
7. Optimisme; memiliki rasa antusias (kegairahan) ketika memecahkan suatu masalah
8. Tertantang oleh kemajemukan; tertarik pada situasi dan masalah yang rumit dan kompleks
9. Bersifat menghargai; menghargai kritik, bimbingan orang lain, juga menghargai kemampuan dan bakat sendiri
10. Tidak mudah puas; selalu ingin menguji jawaban dan alternatif yang telah dibuat, selalu ingin mencari yang baru dan yang lebih baik, ingin selalu mencari terobosan untuk efektivitas dan efisiensi
11. Siap mencoba dan melaksanakan; bersedia mencurahkan waktu dan tenaga untuk mencari dan mengembangkan suatu metode
12. Kesabaran; ketahanan mental dalam memecahkan masalah
13. Mampu bekerjasama; sanggup berpikir secara produktif bersama orang lain
14. Menghargai humor; mempunyai “a good sense of humor”
b. Aspek kecerdasan intelektual:
1. Berpikir lancar; mengajukan banyak pertanyaan, jawaban dan gagasan
2. Berpikir luwes; menghasilkan gagasan, jawaban atau pertanyaan yang
berangkat dari fleksibilitas konsep dan sudut pandang yang berbeda
3. Berpikir orisinal; mampu melahirkan ungkapan, gagasan baru yang unik, yang tidak lazim dipikirkan orang
4. Mengevaluasi; kemampuan membuat patokan penilaian dan mampu mengambil keputusan pada situasi yang ada
5. Kritis; kemampuan untuk mempertanyakan berbagai hal dari sudut pandang
6. Imajinatif; membayangkan berbagai hal yang belum pernah terjadi atau belum terpikirkan sebelumnya.
7. Mendeteksi; mempelajari serta merasakan berbagai kejanggalan yang terjadi
8. Melakukan verifikasi atau pengelompokan; memilah-milah kejanggalan- kejanggalan berdasarkan jenisnya.
9. Melakukan analisis; menguraikan sebab-sebab atau segala sesuatu yang berkenaan dengan kejanggalan- kejanggalan yang ditemukan
10. Melakukan sintesis; kemampuan menghubungkan berbagai hal atau kemungkinan sebahgai langkah lanjut dari analisis
3. Spesialis dan Berwawasan Global
Yaitu diharapkan Al Akh yang terbentuk memiliki karakteristik sbb:
a. Memiliki spesialisasi berupa keahlian atau ketrampilan pada bidang tertentu
b. Dengan modal wawasan yang global, dapat menjadi spesialisasi di bidang lainnya jika memang itu dibutuhkan
c. Memahami prinsip-prinsip cabang ilmu yang bukan menjadi spesialisasinya
d. Mencermati perkembangan informasi dunia kontemporer
Indikator:
1. Mengetahui spesialisasi apa yang perlu dikembangkannya
2. Lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengembangkan spesialisasi yang dimilikinya
3. Mampu menganalisa dan menjelaskan kepada orang lain hal-hal yang terkait dengan spesialisasinya
4. Berupaya dengan sungguh-sungguh untuk melanjutkan pendidikan formal sesuai dengan spesialisasinya
5. Minimal pernah menghasilkan dua buah karya (ide/produk) yang terkait dengan spesialisasinya dan pernah dipublikasikan kepada umum
6. Bekerja untuk amal jama’i sesuai dengan spesialisasinya
7. Menyadari bahwa berkarya pada spesialisasinya merupakan bagian dari jihad dan dakwah
8. Meluangkan waktu minimal sepekan sekali 1 jam untuk membaca hal-hal yang tidak terkait dengan spesialisasinya.
9. Mampu menjelaskan prinsip-prinsip cabang ilmu lain yang bukan merupakan spesialisasinya
10. Mampu menjelaskan pengembangan informasi dunia kontemporer, khususnya di bidang ekonomi, iptek, sosial dan politik
11. Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melakukan perjalanan ke luar negeri khususnya ke negara-negara maju
12. Mampu menjelaskan ideologi dan peradaban negara adidaya (AS) dan
minimal dua negara yang sedang berkembang perekonomiannya (misalnya Korsel, Jepang, dll)
13. Berminat minimal 2 spesialisasi lainnya dan menyediakan waktu untuk mempelajarinya
14. Merasa mampu untuk berpindah pada spesialisasi lain, jika hal itu memang dibutuhkan
15. Mampu bekerja sama dengan orang-orang yang bekerja pada spesialisasi yang berbeda
4. Murabbi Produktif
a. Ruhiyah
1. Terjaganya nurani dan perasaan sehingga peka dan ghirah kepada al haq (kebenaran)
2. Obsesif terhadap ketinggian nilai dan resah terhadap kehinaan dan kemunduran
3. Berkemauan kuat untuk mencapai tujuan mulia dalam hidupnya
4. Bersemangat dalam beribadah, rindu dengan keridhaan Allah, dan berkeinginan kuat menjadi mujahid dan syahid fi sabilillah
b. Fikriyah
1. Khibah Tarikhiyyah (pengalaman masa lalu)
2. Kemampuan melihat realitas masa kini yang ada di sekelilingnya dengan cermat dan tepat
3. Kemampuan memprediksi masa depan (tawaqquat)
4. Kemampuan mengolah pengalaman masa lalu, dihubungkan dengan realitas masa kini untuk mempersiapkan masa depan
5. Kemampuan memberikan treatment dan solusi kepada orang lain
6. Kemampuan memberi kritik dan saran secara proporsional dan mengenai sasaran
7. Kemampuan mengurai dan menganalisa masalah
8. Kemampuan inovatif dan menemukan alternatif
c. Sulukiyyah
1. Shidq
2. Amanah
3. Sabar
4. Layyin dan marin
5. Al Mahabbah
6. Tawadhu’
7. Mampu bekerja dan berpenghasilan
8. Bersemangat dan dinamis dalam beramal
9. Muhajadatunnafsi was syaitan
Bekal tsaqafah murabbi:
a. Tsaqafah dinniyah ‘amah (pengetahuan agama yang umum)
b. Tsaqafah Islamiyyah khashsah (pengetahuan Islam yang khusus)
c. Tsaqafah ‘ammah (wawasan umum)
Aspek amal yang menunjukkan keterlibatan murabbi dengan kehidupan nyata
mencakup:
- Amal da’awiy
Yakni hikmah (tepat sasaran) dalam menyampaikan ilmu dan kebenaran, dengan kalimar yang mampu menggerakkan hati dan berdialog dengan cara yang lebih baik dari cara orang yang sedang dihadapi.
- Amal harakiy
Ditunjukkan dengan pergaulan sosial, komunikasi sosial, mempengaruhi massa, menggiring kepada al haq, berkorban dalam dakwah, mengorganisir dan mengarahkan potensi sehingga bermanfaat bagi dakwah, merahasiakan hal-hal yang harus dirahasiakan.
- Amal Qiyadiy
Yaitu dengan berpenampilan baik yang mencerminkan performa dan citranya, disiplin dan seimbang dalam segala hal, memberikan teladan yang baik dalam skala pribadi dan sosial, mewariskan kemampuan dakwah, haraqah, dan tarbiyah pada generasi berikutnya, tidak diktator dan serius&tuntas dalam
melakukan pekerjaan.
5. Beramal Jama’i
Amal jama’i yang dimaksud adalah kegiatan dakwah yang dilakukan secara
kolektif dimana anggotanya berkerja secara sinergi sehingga terbentuk tim
yang tangguh untuk mencapai tujuan dakwah bersama.
Indikatornya:
1. Meyakini hasil kerja bersama lebih baik dari hasil kerja sendirian
2. Meyakini proses kerja bersa lebih menguntungkan dari hasil kerja sendirian
3. Mengetahui tujuan bersama
4. Bersedia untuk sukses bersama
5. Memberikan kontribusi kerja pada kelompok
6. Mencintai anggota kelompok karena Allah
7. Menerima kekurangan kader lainnya
8. Menerima hasil kerja bersama
9. Membuka diri untuk diberikan dan memberikan masukan
10. Bersedia membantu kader lain untuk meningkatkan kemampuannya dalam mencapai tujuan bersama
11. Tidak menyalahkan diri ketika menjadi penyebab ketidaksuksesan dalam kerja kelompok
12. Mengevaluasi kerja bersama
6. Pelopor Perubahan
Yang dimaksud adalah sikap mental yang ofensif, senantiasa berada di garda
terdepan dalam merespon setiap perubahan positif yang terjadi di
masyarakat serta berusaha meminimalisir kejumudan, status quo dan
perubahan negatif.
Indikatornya:
1. Sensivitas terhadap perubahan yang terjadi
2. Sikap emphati terhadap problematika masyarakat
3. Menjadi leader dalam menyelesaikkan problematika masyarakat
4. Berani tampil dalam kebenaran dan berani mengambil keputusan
5. Bersungguh-sungguh dan serius dalam bekerja
6. Komunikasi yang baik
7. Menjadikan masyarakat mau bergaul dengan kita, berkonsultasi kepada kita dan bergerak bersama kita
8. Murah dalam muamalat maliyah
9. Bersabar atas perbuatan buruk orang lain
7. Ketokohan Sosial
Yang dimaksud adalah pribadi atau individu yang jujur dan kredibel baiksecara moral maupun intelektual, sehingga dirinya menjadi rujukan publikdan menjadi tumpuan masyarakat untuk dimintakan saran dan solusi atas permasalahan mereka. Ketokohan sosial dapat ditumbuhkan oleh faktor
keilmuan, ekonomi, politik, dan genelogis (nasab).
Indikatornya:
1. Memiliki keluwesan sikap dalam bergaul dan berinteraksi dengan masyarakat luas
2. mempunyai kesiapan dan kemampuan beradaptasi dan komunikasi kultural, sepanjang tdk menyalahi syar’i
3. Menunjukkan sikap yang tawadhu, ramah, murah senyum dan ringan bertegur sapa dengan orang lain
4. Memahami dan menghargai perbedaan pendapat dan pandangan baik yang terikat dengan masalah furuiyyah-khilafiya h atau permasalahan lainnya yang tidak menyalahi syar’i
5. Menjadi perekat umat dan masyarakat dengan membedakan latar belakang pendidikan, harakah, suku atau ormas keislaman
6. Bersikap moderat dalam pikiran dan pandangannya tentang Islam, tidak ekstrim dan ashabiah dan menguasai fiqhudda’wah dan fiqhul muwazanah dengan baik
7. Memiliki kesabaran dan ketegaran dalam menghadapi ujian dan cobaan dalam masyarakat
8. Menunjukkan keperduliannya kepada masyarakat melalui santunan, fasilitator pembangunan, advokasi, pendidikan dan penyuluhan
9. Bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat lainnya, berusaha mencari titik temu dan menciptakan sinergi dalam membangun lingkungan dan mengembangkan dakwah
10. Memiliki kemampuan khitabah, tabligh dan ta’lim dengan uslub dan pendekatan yang disesuaikan dengan background audiens.
Sekilas Tentang NII
Saat ini NII bergerak secara “UnderGround”, sebuah gerakan bawah tanah walaupun sebenarnya Inteligenpun sudah mengetahui keberadaannya.
Dan saat ini pula pemerintahan di Indonesia sudah berdiri walaupun dengan mengorbankan ribuan muslim yang dianggap “pemberontak”, dan sangat pantas jika sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem kufur…menolak sistem syariat yang ditawarkan (diwajibkan-pen) Allah kepada makhlukNya.
Yang jadi permasalahan sekarang adalah, “Apakah perjuangan NII perlu dilanjutkan?”.
Tentu warga NII akan menjawab,”Harus dilanjutkan!”.
Sekarang coba kita lihat kembali kaidah “Menghindari Kerusakan Lebih Diutamakan Daripada Mengambil Kemaslahatan”, lalu kita renungkan dan menatap kedepan jika perjuangan NII diteruskan…
- Pertempuran diantara sesama umat muslim
- Berkurangnya ukhuwah islamiyah
- Kerusakan lingkungan dan sebuah kesia-siaan
- Image/Citra Islam yang semakin rusak
Saudaraku warga NII, untuk saat ini da’wah NII bukanlah da’wah yang tepat karena akan menimbulkan kerusakan yang besar bagi umat muslim Indonesia… Jika diteruskan, maka akan sangat mungkin terjadi “perang Jamal” atau “perang shiffin” di Indonesia. Saya yakin sudah banyak yang mengetahui kisah perang Jamal antara Khalifah Imam Ali kw dengan Ummul Mukminun Aisyah ra yang merenggut banyak korban jiwa diantara muslim sendiri.
Jadi, saya menghimbau untuk warga NII agar mengalihkan metode da’wahnya sehingga bisa menghindarkan kerugian dan kerusakan dalam umat Islam sendiri. Berda’wah dengan ahsan, tidak merugikan dimasa mendatang…
Untuk Lebih jelasnya coba klik link di bawah ini..
31 Okt 2008
Laki –Laki dan PKS
Perempuan sukanya PKS (Pria Kaya & Sholeh)
Udah nikah harapannya PKS (Pastikan Keluarga Sakinah)
Punya anak harapannya PKS (Pintar Kreatif & Sholeh)
Udah tua pengennya PKS (Punya Keturunan Sukses)
Di akhirat harapannya PKS (Pertemuan Kembali di Surga)
Pastikan kamu suka PKS (Partai Kite Semua) soalnye bener-bener PKS (Partai Kreatif Sekali)
Ujung-ujungna mah kampanye geuningan...
28 Okt 2008
8 Okt 2008
Global Warming
![]() |
zhahara alfasaadu fii albarri waalbahri bimaa kasabat aydii alnnaasi liyudziiqahum ba'dha alladzii 'amiluu la'allahum yarji'uuna |
Artinya : "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)" (QS. Ar Rum:41) |
29 Sep 2008

Ada 2 hal yang harus DIINGAT :
1. Kebaikan orang lain pada dirimu2. Kesalahan dirimu pada orang lain
Ada 2 hal yang harus DILUPAKAN :
1. Kebaikan dirimu pada orang lain
2. Kesalahan orang lain pada dirimu
Taqoballahu mina wa minkum, Shiamana wa shiamakum
Minal aidzin wal faidzin...
Mohon maaf atas semua kesalahan serta lisan dan sikap yang tidak berkenan....
- Never forget memory...
28 Sep 2008
Proposal Nikah
Latar Belakang
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu".
Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na'udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : "Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor" (Qs. Al Israa' : 32).
Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. "Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu," ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga��, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a'lam.
Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di� majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.
Dasar Pemikiran
Dari Al Qur��an dan Al Hadits :
- �"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).
- "Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
- �Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui�� (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
- Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).
- Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
- Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).
- Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).
- Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
- ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa' (4) : 3).
- Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
- Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
- Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
- Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu�� (HR. Hakim dan Abu Dawud). 14.�Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya." (HR. Baihaqi).
- Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
- "Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah� (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a.�Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b.�Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c.�Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."
- "Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).
- Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).
- Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
- Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
- Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari).
- Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya��la dan Thabrani).
- Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
- Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
Tujuan Pernikahan
- Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
- Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.
- Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.
- Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
- Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).
- Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).
- Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan kekeluargaan)
Kesiapan Pribadi
- Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : ��Man Jadda Wa Jadda�� (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
- Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).
- Termasuk� tathhir (mensucikan diri).
- Secara materi, Insya Allah siap. ��Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya��� (Qs. At Thalaq (65) : 7)
Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan
- Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
- Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.
- Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.
- Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
- Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad) dan "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya" (HR. Thabrani dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na'udzubillahi min dzalik
Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :
- Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb
- Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari� manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
- Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.
- Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.
Memperbaiki Niat :
Innamal a'malu binniyat....... Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.
Niat Ketika Memilih Pendamping
Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."(HR. Thabrani).
"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama". (HR. Ibnu Majah).
Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al Hadits).
Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ��Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama." (HR. Muslim dan Tirmidzi). Niat dalam Proses Pernikahan
Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya'. "Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan."(Qs. An Nisaa (4) : 4).
Rasulullah SAW bersabda : "Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya" (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, "Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)" (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : "Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya" (Ditakhrij dari An Nasa'i)..Subhanallah..
Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. "Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah.
Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo'akan pengantin dengan do'a : Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" - Qs. Al Ahzab (33),
Meraih Pernikahan Ruhani
Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.
Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS� PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)
Penutup
"Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas." (Qs. Al Maidaah (5) : 87).
Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "Jazakumullah Khairan katsiira". "Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin"





Jangan Lupakan Masa Kecilmu !
RSS Feed (xml)



